Senin, 18 Juli 2011

Tentang Puasa Jawa

Puasa Dan Tapa
merupakan salah satu lelaku prihatin yang dijalankan untuk mempurifikasi Jiwa,
mencapai ketenangan batin disamping juga menjaga kesehatan.
Puasa atau tapa merupakan sarana meditasi untuk menutup babahan hawa sanga ( sembilan lubang nafsu ) guna mencapai tingkat pengendalian sempurna atas diri.
Ada berbagai macam puasa/tapa yang dilakukan orang Jawa, antara lain :

1. Mutih
Dalam puasa mutih ini seseorang tdk boleh makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air putih saja. Nasi putihnya pun tdk boleh ditambah apa-apa lagi. Betul-betul hanya nasi putih dan air putih saja.

2. Ngeruh
Dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh memakan sayuran / buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur dsb.

3. Ngebleng
Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahaya-pun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam melakoni puasa ini diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang air saja.

4. Pati geni
Tapa yang berpantang memakan segala makanan yang dimasak menggunakan api ( geni ). Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaanya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai pispot atau yang lainnya).

5. Ngelowong
Seseorang yang melakoni puasa Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja (dalam 24 jam).
Diperbolehkan keluar rumah.

6. Ngrowot
Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja! Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja.

7. Nganyep
Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Perbedaan dengan Mutih adalah makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.

8. Ngidang
Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja, dan air putih saja seperti hewan kijang. Selain daripada itu tidak diperbolehkan.

9. Ngepel
Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja.

10. Ngasrep
Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.

11. Senin-kamis
Puasa ini dilakukan hanya pada hari senin dan kamis saja seperti namanya. Puasa ini identik dengan agama islam.

12. Wungon
Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.

13. Tapa Jejeg
Tidak duduk selama 12 jam setiap hari selama tapa/puasa.

14. Lelono
Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh (waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri).

15. Kungkum
Tatacara tapa Kungkum adalah sebagai beikut :
a) Masuk kedalam air dengan tanpa pakaian selembar-pun dengan posisi bersila (duduk) didalam air dengan kedalaman air se tinggi leher.
1) Biasanya dilakukan dipertemuan dua buah sungai
2) Menghadap melawan arus air
3) Memilih tempat yang baik, arus tidak terlalu deras dan tidak terlalu banyak lumpur didasar sungai
4) Lingkungan harus sepi, usahakan tidak ada seorang manusiapun disana
5) Dilaksanakan mulai jam 12 malam (terkadang boleh dari jam 10 keatas) dan dilakukan lebih dari tiga jam (walau ada juga yang memperbolehkan pengikutnya kungkum hanya 15 menit).
6) Tidak boleh tertidur selama Kungkum
7) Tidak boleh banyak bergerak
8) Sebelum masuk ke sungai disarankan untuk melakukan ritual pembersihan (mandi dulu)
9) Pada saat masuk air, mata harus tertutup dan tangan disilangkan di dada
10) Nafas teratur
11) Kungkum dilakukan selama 7 malam biasanya

16. Ngalong
Tapa ini dilakukan dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas
(sungsang. Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak.
Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.

17. Ngeluwang
Tapa Ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu.
Tapa Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sangat sepi. Setelah seseorang selesai dari tapa ini, biasanya keluar dari kubur maka akan melihat hal-hal yang mengerikan (seperti arwah, jin dlsb).

18. Ngrame
Tapa Ngrame dilakukan ditengah keramaian, yakni selalu menebarkan kebajikan dan memerangi angkara seperti yang dilakukan oleh para ksatria yang diiringi Punakawannya dalam cerita pewayangan.

Menurut Dr. Simuh, orang Jawa juga melakukan tapa yang berhubungan dengan anggota badan, yakni :
1. Mata : tapanya mengurangi tidur, zakatnya tidak menginginkan apa yang sudah dipunyai orang lain.
2. Telinga : tapanya mencegah hawa nafsu, zakatnya menghindari mendengar segala perbantahan
3. Hidung : tapanya mengurangi minum, zakatnya tidak mencela keburukan orang lain.
4. Lisan : tapanya mengurangi makan, zakatnya menghindari menggunjing keburukan orang lain
5. Aurat : tapanya menahan syahwat, zakatnya menghindari perbuatan zina
6. Tangan : tapanya mencegah perbuatan mencuri, zakatnya lumuh mara tangan atau tidak memukul orang lain
7. Kaki : tapanya tidak untuk berjalan buat keburukan, zakatnya suka berjalan buat istirahat ( Simuh, 1988 : 344-345 )

Sedangkan menurut Ki Ageng Suryo Mentaram, dalam upaya mendekatkan diri kepada Gusti Allah, manusia Jawa juga harsu menjalankan 7 macam tapa, yaitu :
1. Tapa Jasad, yakni laku badan jasmaniah. Hati agar dibersihkan dari sifat benci dan sakit hati, rela atas nasibnya, merasa diri pasrah terhadap ketentuanNya. Hal ini merupakan tingkah laku yang berada dalam tataran syariat.
2. Tapa Budi, yakni laku batin atau laku tarikat. Hati harus jujur, menjauhi segala bentuk dusta dan menepati segala janji.
3. Tapa hawa nafsu, yakni berjiwa sabar dan alim serta memaafkan kesalahan - kesalahan orang lain.
4. Tapa brata atau tapa rasa sejati, yakni menempa diri melakukan semedi untuk mencapai beninge kalbu atau ketenangan batin
5. tapa Sukma, yakni bersikap ambeg parama arta atau bermurah hati, ikhlas dalam berbagi dan tidak mengganggu orang lain.
6. Tapa cahya amuncar, yakni agar hati selalu awas dan ingat, mengerti lahir batin, membedakan yang palsu dan sejati.
7. Tapa hidup ( tapaning urip ), yakni melakoni hidup dengan penuh kehati - hatian serta ikhlas tanpa rasa khawatir karena percaya segala sesuatu yang terjadi adalah merupakan kebijakan dari Gusti Allah Yang maha Mengetahui.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar